Kemarin saat saya ingin sharing file dari komputer server ke komputer klien di warnetku, entah kenapa muncul dialog seperti diatas, akhirnya pencarianku di mbah Google membuahkan hasil. Dengan maksud untuk membagi ilmu ke orang lain maka kutuangkan langkah-langkah pemecahan masalahku dalam blog ini.
Pertama-tama pastikan Firewall (Control Panel > Windows Firewall) dalam keadaan OFF.
Lalu buka Folder Option (Control Panel > Folder Option), pilih tab View dan pastikan opsi paling bawah (Use Simple File Sharing) di centang.
Muncul dari pengalaman pribadi saya dalam mengatasi error yang dialami komputer saya saat startup windows, maka saya mencoba untuk membagi ilmu dalam memecahkan masalah MOM.exe Application Error saat Start Up Windows.
Bagi anda pengguna graphic card ATI, bisa saja masalah ini muncul dalam windows anda.
Apakah MOM.exe itu?Ternyata itu adalah spyware yang memang harus dihapus, agar masalah tersebut bisa teratasi. Langkahnya cukup mudah :
Masuk ke folder C:\Program Files\ATI Technologies\ATI.ACE\Core-Static.
Kemudian hapus file yang bernama MOM.exe dan MOM.Foundation.dll.
Coba restart komputer anda dan semoga error tersebut hilang selamanya dari komputer anda.
Software GoldenGate yang baru saja diakuisi oleh Oracle Corporation sekitar akhir tahun 2009 lalu, memiliki kemampuan dalam mereplikasi data pada suatu transaksi dari satu database ke database yang lain dengan reliabilitas transaksi yang tinggi.(http://www.oracle.com/goldengate/index.html)
GoldenGate memiliki beberapa proses dan komponen utama yaitu :
GoldenGate manager process, yang mengontrol semua background process.
GoldenGate trail files, merupakan file dari data yang akan direplikasi.
GoldenGate extract process, yang melakukan ektraksi data dari redo log file yang ada di database oracle.
GoldenGate replicat process, yang akan mengambil data melalui proses CDC (Change Data Capture) ke lingkungan database target.
Arsitektur GoldenGate
Arsitektur dari GoldenGate terdiri dari beberapa proses dan komponen, yaitu :
Alhamdulillah akhirnya buka juga warnet saya hari ini, ya.. walaupun sangat sepi dihari pertama ini (dari buka sktar jam 10an sampai sekarang belum ada yang datang satupun :P), tapi saya sangat optimis bahwa kedepannya warnet ini akan dikenal banyak orang.
Dengan modal sekitar 9 juta, warnet saya pun hanya berisi 4 komputer, 1 server dan 3 client. jadi ya balik modalnya bakal agak lama kali ya, malah cendrungan nombok banyak di bulan pertama. Itu pun servernya pake komputer dirumah yang udah ada, hanya 3 unit PC baru untuk client.
Bisa saya rincikan anggaran pembuatan warnet saya dibawah ini :
1 unit PC dengan spek dibawah ini harganya sekitar 2.300.000:
Oracle memperkenalkan fitur "Recycle Bin" pada Oracle 10g yang digunakan untuk menyimpan semua objek database yang sudah di-drop. Jika suatu tabel di-drop maka semua objek yang berasosiasi dengan tabel tersebut seperti constraint, index, dll akan juga tersimpan di recycle bin.
Mengapa Recycle Bin?
Ketika user menghapus tabel yang cukup penting --secara tidak sengaja tentunya-- dan itu masih dibutuhkan secepatnya.
Oracle 9i memperkenalkan konsep flashback query untuk menerima data dari suatu titik di masa lalu, namun tidak bisa menerima query dari operasi DDL seperti drop table. Cara satu-satunya adalah membuat kembali tabel tersebut dari awal. Namun dengan fitur Recycle Bin pada Oracle 10g, user dapat dengan mudah mengembalikan objek database yang sudah terhapus.
Mengaktifkan/Menonaktifkan Recycle Bin
Untuk melihat aktif tidaknya Recycle Bin dapat dilakukan perintah berikut :
SQL > SELECT Value FROM V$parameter WHERE Name = 'recyclebin'; Value ----- On
Jika value bernilai "On" maka Recycle Bin aktif, sebaliknya jika value bernilai "Off" maka Recycle Bin Belum Aktif. Berikut adalah perintah untuk mengaktifkan / menonaktifkan Recycle Bin
SQL > ALTER SYSTEM SET recyclebin = ON; atau SQL > ALTER SESSION SET recyclebin = ON; SQL > ALTER SYSTEM SET recyclebin = OFF; atau SQL > ALTER SESSION SET recyclebin = OFF;
Dalam Oracle terdapat 3 tipe data yang menampung data-data alfanumerik atau string, yaitu CHAR, VARCHAR, VARCHAR2. Apa perbedaan diantara ketiga tipe data tersebut dan saat kapan kita menggunakannya? Mari kita bahas satu persatu.
CHAR
CHAR digunakan untuk menyimpan data dengan panjang karakter tetap. Jika tipe data ini dugunakan untuk menyimpan data yang bermacam-macam panjangnya seperti nama ataupun alamat, maka akan banyak memory yang terbuang dalam disk. CHAR cocok digunakan untuk penyimpanan data dengan nilai tetap seperti Jenis Kelamin.
Contoh :
SQL> CREATE TABLE char_test (col1 CHAR(10));
Table created.
SQL> INSERT INTO char_test VALUES ('qwerty');
1 row created.
SQL> SELECT col1, length(col1), dump(col1) "ASCII Dump" FROM char_test;
Kebanyakan dari kita mungkin mendefinisikan transaksi dengan bermacam pengertian. Pengalaman saya saat teman-teman kampus ditanyakan apakah itu transaksi, kebanyakan dai mereka menjawab transaksi merupakan sebuah pertukaran atau pemindahan uang atau barang terhadap 2 pihak. Itu tidak salah sepenuhnya juga, tapi menurut saya itu definisi yang terlalu sempit dan mengacu pada 1 kondisi dimana dalam hal ini merupakan transaksi perdagangan. Secara luas transaksi digunakan dimana-mana, seperti yang saya sedang dalami saat ini, yaitu pemrograman database. Ternyata konsep transaksi itu sangat penting dalam dunia ke-database-an khususnya.
Bila didefinisikan dalam cakupan database, transaksi merupakan satu atau lebih perintah SQL yang harus diselesaikan yang didalam pelaksanaannya akan merubah Database. Dengan kata lain sebuah transaksi dapat disebut dengan LUW (Logical Unit of Work) Transaksi merubah keadaan konsisten Database yang satu menjadi keadaan konsisten yang lain.
Sebuah transaksi memiliki 4 karakteristik yang dikenal sebagai property ACID :
Atomicity : Transaksi dilakukan sekali dan bersifat Atomic, artinya merupakan satu kesatuan tunggal yang tidak dapat dipisah-baik itu pekerjaan dilaksanakan semua atau tidak satupun.
Consistency : Jika basis data pada awalnya dalam keadaan konsisten, maka pelaksanaan transaksi dengan sendirinya juga harus meninggalkan basis data tetap dalam status konsiste.
Isolation : Isolasi memastikan bahwa secara bersamaan (konkuren) eksekusi transaksi terisolasi dari yang lain.
Durability ; Begitu transaksi telah dilaksanakan (di-commit) maka perubahan yang diakibatkan tidak akan hilang atau tahan lama (durable), sekalipun ada kegagalan system.
Properti ACID memastikan perilaku yang dapat diprediksi dan menguatkan peran transaksi sebagai konsep all or nothing yang didesain untuk mengurangi manajemen load ketika ada banyak variabel.
Oracle terdiri dari 2 komponen utama, yaitu Instance dan Database. Kedua komponen ini sangat berbeda namun saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan.
Database merupakan kumpulan data yang disimpan ke dalam sebuah physical storage, sedangkan instance merupakan kumpulan dari proses oracle dan alokasi memory yang ada di Oracle.
Konfigurasi instance dan database ini dibedakan menjadi 2 cara. Yang pertama, satu instance mengakses satu database, dan yang kedua, beberapa instance yang berjalan pada server / komputer yang berbeda mengakses satu database yang sama. Pada konfigurasi yang kedua, oracle menyebutnya sebagai Oracle Real Aplication Cluster (RAC).
Komponen Database Secara Fisik
Komponen database terdiri atas beberapa file fisik, antara lain :
·Datafile
·Redo Log File
·Control File
Datafile
Datafile digunakan sebagai tempat menyimpan semua data yang ada di Oracle seperti user data (table,index) dan data dictionary. Tiap database paling sedikit memiliki satu datafile, tetapi biasanya database memiliki lebih dari 1 datafile. Sebuah konfigurasi database paling sederhana hanya memiliki 2 datafile, System dan Users. Dalam arsitektur logis, datafile disebut sebagai tablespace.
Redo log file
Redo log file digunakan sebagai tempat catatan setiap transaksi yang terjadi di Oracle. Fungsi utama redo log file adalah untuk kebutuhan proses recovery.
Jika pada saat oracle mengalami kegagalan dan data yang diperbaharui belum tersimpan di datafile, oracle akan menggunakan redo log file untuk melakukan recover data yang telah diperbaharui. Oracle akan mengembalikan posisi transaksi terakhir saat sebelum oracle mengalami kegagalan.
Control File
Control file berisi semua informasi file-file yang menjadi bagian dari database, seperti datafile dan redo log file. Control file menyimpan informasi posisi keadaan database saat ini :
·Nama dari database.
·Kapan database dibuat.
·Posisi keadaan datafile sekarang, seperti dalam kondisi recovery atau kondisi read only.
·Informasi terakhir kali database di shutdown, abort, immediate atau normal.
·History dari Archive Log
·Back Up yang dilakukan database
·Checkpoint
Komponen Database Secara Logis.
Oracle menyimpan data secara logis di dalam tablespace dan secara fisik di dalam datafile. Satu tablespace dapat memiliki lebih dari 1 datafile, dan setiap datafile tersebut akan tersimpan dalam harddisk.
Hirarki dari struktur logis database Oracle adalah sebagai berikut :
·Sebuah database Oracle memiliki paling tidak 1 Tablespace. ·Sebuah tablespace memiliki 1 atau lebih Segment. ·Sebuah segment merupakan kumpulan dari Extent. ·Dan extents adalah kumpulan dari Block.
Block merupakan komponen terkecil yang berisi operasi read dan write terhadap database.